10 Anime Jepang dengan Dunia Fantasi Paling Unik
Ada anime fantasy yang membuat saya betah bukan karena pertarungannya, melainkan karena dunianya terasa seperti karakter tersendiri. Begitu episode pertama dimulai, saya seperti diajak masuk ke tempat yang punya aturan, sejarah, budaya, makhluk, dan misteri yang tidak bisa ditemukan di dunia nyata.
Menurut saya, inilah alasan anime fantasy dunia unik selalu punya daya tarik berbeda. Ceritanya mungkin tidak selalu paling rumit, tetapi ketika world building-nya kuat, kita bisa merasa penasaran dengan hal-hal kecil: kenapa sebuah kota dibangun seperti itu, bagaimana masyarakatnya hidup, dari mana kekuatan tertentu berasal, atau apa yang sebenarnya ada di balik wilayah yang belum pernah dijelajahi.
Saya pernah melakukan kesalahan saat mencari anime fantasy. Saya terlalu fokus pada premis dan desain karakter, lalu mengabaikan dunia tempat ceritanya berlangsung. Hasilnya? Ada beberapa judul yang terlihat keren di awal, tapi setelah beberapa episode saya malah merasa, “Oke... terus dunia ini sebenarnya seperti apa?”
Sejak itu saya mulai memperhatikan world building anime sebagai salah satu faktor utama sebelum memasukkan sebuah judul ke daftar tontonan. Dan ternyata, semakin saya memperhatikannya, semakin saya sadar bahwa anime dengan dunia fantasi yang bagus tidak harus selalu menjelaskan semuanya lewat dialog panjang.
Kadang justru detail kecil yang membuat sebuah dunia terasa hidup.
Apa yang Membuat Dunia Fantasi Anime Terasa Unik?
Sebelum masuk ke daftarnya, saya ingin menjelaskan sedikit cara saya melihat world building. Dunia fantasi yang menarik bukan sekadar dunia yang punya naga, sihir, kerajaan, atau monster.
Yang membuatnya terasa unik adalah aturan dan identitas dunianya.
Misalnya, bagaimana masyarakat bekerja? Apakah manusia hidup berdampingan dengan ras lain? Bagaimana teknologi berkembang? Apa konsekuensi menggunakan sihir? Apakah lingkungan memiliki pengaruh terhadap kehidupan karakter?
Saya biasanya menggunakan lima pertanyaan sederhana saat menilai dunia sebuah anime:
Apakah dunia tersebut punya aturan yang jelas?
Apakah sejarahnya memengaruhi cerita sekarang?
Apakah lingkungan terasa berbeda dari dunia nyata?
Apakah budaya masyarakatnya punya identitas sendiri?
Apakah ada bagian dunia yang membuat saya ingin tahu lebih jauh?
Kalau beberapa pertanyaan itu bisa dijawab dengan “iya”, biasanya anime tersebut punya world building yang menarik.
Nah, berikut beberapa judul yang menurut saya berhasil melakukan hal tersebut dengan cara masing-masing.
1. Made in Abyss
Kalau membicarakan anime fantasy dunia unik, Made in Abyss hampir selalu muncul dalam daftar saya.
Konsep dunianya sederhana untuk dijelaskan tetapi luar biasa ketika dilihat dalam cerita: ada sebuah jurang raksasa bernama Abyss yang memiliki lapisan-lapisan berbeda, masing-masing dengan lingkungan, makhluk, artefak, dan bahaya tersendiri.
Yang membuat saya tertarik bukan cuma ukuran Abyss, tetapi aturan yang mengikat setiap lapisannya. Semakin dalam seseorang turun, semakin berat konsekuensi yang harus dihadapi ketika mencoba kembali ke permukaan.
Jadi perjalanan turun tidak terasa seperti sekadar berpindah lokasi. Dunia itu sendiri menjadi tantangan.
Saya suka cara anime ini membuat rasa penasaran muncul secara bertahap. Kita tidak langsung diberi ensiklopedia tentang Abyss, tetapi sedikit demi sedikit diperlihatkan melalui pengalaman karakter.
Kenapa world building-nya menarik?
Karena Abyss terasa seperti tempat yang benar-benar sudah ada jauh sebelum karakter utama datang.
Ada ekosistem, peninggalan, masyarakat, penjelajah, dan misteri yang saling berkaitan. Beberapa pertanyaan bahkan sengaja dibiarkan terbuka.
Buat saya, itu efektif banget.
Kita jadi merasa seperti ikut menjelajah.
2. Frieren: Beyond Journey's End
Frieren: Beyond Journey's End menawarkan pendekatan yang berbeda.
Kalau banyak anime fantasy berfokus pada perjalanan menuju tujuan besar, anime ini justru sering membuat saya tertarik pada hal-hal yang terjadi setelah sebuah petualangan besar selesai.
Dunianya memiliki sihir, ras elf, manusia, kota, desa, monster, penyihir, dan sejarah panjang. Namun yang paling menarik adalah bagaimana waktu bekerja terhadap karakter-karakternya.
Frieren adalah seorang elf yang memiliki umur jauh lebih panjang dibandingkan manusia. Hal sederhana ini ternyata punya dampak besar terhadap cara ia melihat dunia.
Awalnya saya mengira elemen tersebut cuma akan menjadi ciri karakter.
Ternyata bukan.
Perbedaan usia menjadi bagian penting dalam world building sekaligus tema cerita. Sebuah perjalanan yang bagi Frieren mungkin terasa singkat dapat menjadi kenangan seumur hidup bagi manusia yang ditemuinya.
Detail kecil yang membuat dunianya hidup
Saya sangat suka ketika anime ini memperlihatkan sihir bukan hanya sebagai alat bertarung.
Ada sihir untuk pekerjaan sehari-hari, benda-benda aneh, tradisi, dan kemampuan yang kelihatannya tidak berguna tetapi ternyata punya cerita sendiri.
Ini pelajaran yang cukup penting buat saya ketika menikmati world building anime: dunia terasa hidup ketika hal-hal kecil punya tempat.
Tidak semuanya harus epic.
Kadang justru sihir yang kelihatannya receh membuat dunia terasa lebih manusiawi.
3. Ranking of Kings
Jangan tertipu dengan desain karakternya yang terlihat sederhana.
Ranking of Kings memiliki dunia fantasi yang jauh lebih kompleks daripada yang pertama kali saya bayangkan.
Ada kerajaan, raksasa, manusia, makhluk aneh, ksatria, kekuatan supernatural, dan konflik politik yang membuat dunianya berkembang semakin luas.
Hal yang saya suka adalah setiap karakter seperti memiliki hubungan dengan sejarah dunia tersebut. Bahkan karakter yang awalnya terlihat seperti tokoh sampingan bisa ternyata punya peran penting terhadap konflik yang lebih besar.
Dunia yang tidak hitam-putih
Ini salah satu bagian yang menurut saya menarik.
Dalam banyak cerita fantasy, kerajaan baik melawan kerajaan jahat. Selesai.
Di Ranking of Kings, hubungan antarkarakter lebih rumit. Motivasi mereka sering tidak bisa langsung ditebak.
Saya pernah mengira seorang karakter tertentu akan menjadi penjahat utama. Ternyata setelah ceritanya berkembang, saya harus mengubah penilaian sendiri.
“Waduh, ternyata bukan begitu.”
Momen seperti itu membuat world building terasa lebih kuat karena karakter tidak berdiri sendiri. Mereka dipengaruhi oleh sejarah, kekuasaan, keluarga, dan struktur dunia tempat mereka hidup.
4. The Ancient Magus' Bride
Kalau Anda mencari fantasy yang atmosfernya kuat, The Ancient Magus' Bride punya pendekatan yang sangat berbeda.
Dunianya berada di antara kehidupan manusia modern dan dunia makhluk supernatural. Peri, roh, naga, penyihir, dan berbagai makhluk folklor muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Saya suka bagaimana anime ini tidak membuat dunia supernatural terasa seperti “dunia lain” yang sepenuhnya terpisah.
Sebaliknya, dunia tersebut seperti berada di sekitar manusia, hanya saja tidak semua orang mampu melihat atau memahaminya.
Folklor menjadi bagian dari dunia
Salah satu kekuatannya adalah penggunaan mitologi dan folklor.
Makhluk supernatural tidak hanya dimasukkan karena terlihat keren. Mereka memiliki karakteristik, aturan, dan hubungan tertentu dengan lingkungan.
Akibatnya, ketika karakter berjalan melewati hutan atau memasuki tempat tertentu, saya sering merasa ada sesuatu yang mungkin terjadi.
Itu tanda world building yang bagus.
Lingkungan tidak lagi terasa seperti background kosong.
5. Land of the Lustrous
Land of the Lustrous atau Houseki no Kuni punya salah satu konsep dunia yang paling tidak biasa.
Karakter utamanya adalah manusia berbentuk permata yang hidup di sebuah dunia dengan ancaman tertentu dari makhluk yang datang dari bulan.
Premisnya saja sudah unik.
Namun semakin jauh ceritanya berjalan, semakin terasa bahwa dunia tersebut menyimpan sejarah dan misteri yang jauh lebih besar.
Desain dunia yang mendukung cerita
Saya cukup kagum dengan cara anime ini menggunakan desain visual untuk menjelaskan dunianya.
Karakter, lingkungan, laut, langit, reruntuhan, dan musuh semuanya terasa seperti bagian dari satu sistem.
Tidak perlu banyak dialog untuk mengatakan bahwa dunia mereka berbeda.
Kita bisa melihatnya.
Dan menurut saya, ini salah satu bentuk world building anime yang sering kurang diperhatikan: visual storytelling.
Dunia tidak harus selalu dijelaskan.
Kadang cukup diperlihatkan dengan konsisten.
6. Girls' Last Tour
Ini pilihan yang mungkin terasa aneh karena Girls' Last Tour bukan fantasy klasik dengan kerajaan dan naga.
Namun justru itu yang membuatnya menarik.
Anime ini membawa dua karakter menjelajahi dunia yang hampir runtuh. Mereka melewati kota kosong, bangunan raksasa, fasilitas misterius, dan berbagai peninggalan peradaban sebelumnya.
Yang membuat saya penasaran adalah pertanyaan sederhana:
Apa yang sebenarnya terjadi pada dunia ini?
Anime tidak terburu-buru menjawabnya.
Kita mendapatkan potongan informasi sedikit demi sedikit dari perjalanan kedua karakter.
Rasa sepi menjadi bagian dari world building
Biasanya dunia fantasi dibuat terasa besar dengan menampilkan banyak karakter.
Girls' Last Tour melakukan kebalikannya.
Kesunyian justru menjadi identitas dunianya.
Bangunan yang ditinggalkan dan teknologi yang sudah tidak dipahami sepenuhnya membuat saya merasa seperti sedang melihat sisa-sisa peradaban yang punya sejarah panjang.
Dan itu keren banget.
7. Delicious in Dungeon
Saya awalnya mengira Delicious in Dungeon cuma akan menjadi anime fantasy dengan konsep komedi memasak.
Ternyata saya salah.
Semakin jauh ditonton, semakin jelas bahwa dungeon dalam anime ini bukan sekadar tempat karakter mencari monster untuk dikalahkan.
Dungeon memiliki ekosistem.
Monster hidup berdasarkan lingkungan tertentu. Makhluk tertentu memiliki hubungan dengan makhluk lainnya. Ada aturan tentang sihir, makanan, kehidupan, kematian, dan struktur dungeon itu sendiri.
Monster bukan sekadar musuh
Ini bagian yang paling saya suka.
Ketika karakter mulai memahami monster sebagai bagian dari ekosistem, dungeon terasa jauh lebih masuk akal.
Saya jadi mulai berpikir, “Kalau monster ini hidup di sini, mereka makan apa?”
Pertanyaan sederhana seperti itu ternyata penting dalam world building.
Karena dunia fantasy yang bagus bukan cuma menjawab bagaimana karakter bertarung.
Ia juga membuat kita bertanya bagaimana karakter dan makhluk di dalamnya hidup.
8. Mushishi
Mushishi mungkin tidak punya skala dunia sebesar beberapa anime fantasy lainnya.
Tetapi dari sisi atmosfer dan konsep supernatural, anime ini sangat kuat.
Cerita berfokus pada makhluk misterius bernama Mushi dan hubungan mereka dengan kehidupan manusia serta alam.
Yang membuatnya unik adalah Mushi tidak selalu digambarkan sebagai monster jahat.
Mereka lebih seperti bentuk kehidupan yang memiliki aturan sendiri.
Alam sebagai bagian dari dunia
Saat menonton Mushishi, saya merasa dunia alamnya memiliki kehadiran sendiri.
Hutan, sungai, kabut, gunung, dan desa bukan sekadar lokasi berpindahnya karakter. Semuanya punya hubungan dengan fenomena supernatural yang terjadi.
Ini membuat ceritanya terasa tenang, tetapi juga sedikit misterius.
Buat saya, anime ini mengajarkan bahwa dunia fantasi unik tidak harus ramai.
Dunia yang sunyi pun bisa sangat dalam kalau aturan internalnya konsisten.
9. Attack on Titan
Meskipun sering dibahas sebagai anime action dan dark fantasy, Attack on Titan juga memiliki world building yang sangat kuat.
Saya sengaja memasukkannya karena perkembangan dunianya menunjukkan bagaimana informasi baru bisa mengubah cara penonton memahami cerita.
Awalnya dunia terasa sangat sederhana: manusia hidup di balik tembok dan menghadapi ancaman Titan.
Namun semakin banyak informasi yang terungkap, semakin luas peta dunia dan sejarah konfliknya.
Informasi baru mengubah perspektif
Ini salah satu teknik world building yang menurut saya sangat efektif.
Penonton tidak langsung diberikan semua jawaban.
Sebaliknya, informasi dibuka secara bertahap.
Saya pernah menonton beberapa episode awal dan merasa memahami aturan dunianya. Kemudian sebuah pengungkapan besar muncul dan saya sadar bahwa pemahaman saya sebelumnya ternyata sangat terbatas.
Rasanya frustrasi, tapi dalam arti yang menyenangkan.
“Lho, jadi selama ini...?”
Teknik seperti ini membuat world building tidak terasa seperti membaca buku sejarah.
Kita mempelajarinya bersama karakter.
10. Made in Abyss: The Golden City of the Scorching Sun
Untuk penutup, saya kembali ke dunia Made in Abyss karena eksplorasi wilayah Abyss memang layak mendapatkan perhatian khusus.
Bagian ini memperlihatkan bagaimana sebuah lokasi yang lebih spesifik bisa memiliki masyarakat, aturan, budaya, dan sejarahnya sendiri.
Konsep desa yang muncul di dalam Abyss membuat saya semakin sadar bahwa dunia fantasy bisa berkembang jauh melampaui konflik utama.
Ada sistem sosial, transaksi, hubungan antarpenduduk, serta konsekuensi dari aturan yang berlaku di tempat tersebut.
Dunia yang memiliki harga untuk segala sesuatu
Salah satu hal menarik adalah konsep pertukaran dan nilai.
Sesuatu yang dianggap biasa di dunia manusia bisa memiliki nilai berbeda di tempat lain.
Ini adalah detail yang sering membuat sebuah dunia fantasy terasa nyata.
Dalam kehidupan nyata, nilai sebuah benda bergantung pada kebutuhan masyarakat.
Anime ini mengambil konsep tersebut dan memasukkannya ke dalam lingkungan fantasi yang ekstrem.
Hasilnya? Dunia terasa punya logikanya sendiri.
Cara Menemukan Anime Fantasy dengan World Building yang Bagus
Setelah mencoba banyak judul, saya punya satu kebiasaan yang cukup membantu.
Saya tidak lagi bertanya, “Seberapa keren kekuatan karakter utamanya?”
Saya lebih sering bertanya, “Kalau karakter utama tidak ada, apakah dunia ini tetap terasa hidup?”
Kalau jawabannya iya, biasanya anime tersebut punya world building yang menarik.
Coba perhatikan tiga hal ketika memilih anime fantasy:
1. Lihat bagaimana dunianya bekerja
Apakah sistem sihir punya aturan?
Apakah teknologi dan budaya masuk akal dengan sejarah dunianya?
Apakah monster hanya muncul sebagai musuh, atau mereka punya fungsi dalam ekosistem?
Detail seperti ini penting.
2. Perhatikan sejarah di balik lokasi
Kota tua, reruntuhan, senjata kuno, bahasa, pakaian, dan tradisi bisa menjadi petunjuk.
Saya justru sering lebih tertarik pada benda-benda seperti itu daripada adegan pertarungan besar.
Sebab, benda kecil kadang menyimpan cerita yang panjang.
3. Jangan buru-buru mencari semua jawabannya
Ini kesalahan yang pernah saya lakukan.
Saya dulu suka membaca wiki setelah menemukan istilah baru karena penasaran. Akhirnya beberapa misteri yang seharusnya saya nikmati malah terkena spoiler.
Sekarang saya lebih memilih membiarkan pertanyaan menggantung dulu.
Kalau jawabannya datang lima episode kemudian, rasanya jauh lebih memuaskan.
Apa yang Bisa Dipelajari Blogger dari World Building Anime?
Menariknya, prinsip yang sama bisa diterapkan ketika kita menulis artikel SEO.
Saya dulu pernah membuat artikel yang isinya benar, tetapi terasa seperti kumpulan informasi yang ditempel begitu saja.
Keyword sudah masuk. Heading sudah ada. Bahkan panjang artikel juga memenuhi target.
Tapi hasilnya terasa hambar.
Setelah saya perhatikan, masalahnya mirip dengan dunia fantasy yang buruk: tidak ada hubungan antarbagian.
Dalam artikel, setiap informasi harus terasa memiliki fungsi.
Misalnya saat menulis tentang anime fantasy, jangan hanya menulis bahwa sebuah anime memiliki “dunia yang unik”.
Jelaskan apa yang membuatnya unik.
Apakah sistem sihirnya?
Apakah ekosistemnya?
Apakah sejarahnya?
Apakah budaya masyarakatnya?
Apakah hubungan antara karakter dan lingkungan?
Di sinilah keyword seperti anime fantasy dunia unik, world building anime, dunia fantasi, sistem sihir, lore, ekosistem, ras, kerajaan, dan mitologi bisa masuk secara alami.
Jangan dipaksakan.
Google tidak membutuhkan kita mengulang keyword yang sama 20 kali untuk memahami topik.
Pembaca juga pasti capek kalau setiap dua paragraf membaca frasa yang sama lagi.
Kesimpulan
Bagi saya, anime fantasy terbaik dalam hal dunia bukan selalu anime dengan peta terbesar atau jumlah karakter terbanyak.
Yang lebih penting adalah apakah dunia tersebut terasa memiliki kehidupan sendiri.
Made in Abyss membuat saya penasaran dengan kedalaman Abyss. Frieren menunjukkan bagaimana waktu dapat membentuk cara seseorang memahami dunia. Delicious in Dungeon membuktikan bahwa monster pun bisa menjadi bagian dari ekosistem yang masuk akal.
Sementara itu, Mushishi, Land of the Lustrous, Ranking of Kings, dan judul lainnya menunjukkan bahwa world building anime bisa dibangun melalui berbagai cara.
Kalau saya harus memberikan satu tips terakhir, jangan hanya mencari anime dengan cerita yang bagus.
Cari anime yang membuat Anda berhenti sejenak dan berpikir, “Dunia ini sebenarnya bekerja seperti apa?”
Biasanya, di situlah petualangan yang paling menarik dimulai.
Belum ada Komentar untuk "10 Anime Jepang dengan Dunia Fantasi Paling Unik"
Posting Komentar